• Beranda
  • Cara Pemesanan
  • Batas Layanan
  • Tarif Pengiriman
  • Kontak
>>> Beranda arrow Shop arrow Sosial Budaya arrow Tragedi IPDN
Kategori Harga min Rp maks Rp

Tragedi IPDN

Penulis : Tim Topik Minngu Ini & Tim Redaksi MEdiakita Tebal : 90 (BW) Ukuran : 15 x 23 cm ISBN : 979-794-059-4

Tragedi IPDN
( Media Kita )
Rp31 000.00

Ask a question about this product

Perubahan nama STPDN menjadi IPDN tak membawa perubahan berarti pada budaya kekerasan di lembaga tersebut. Setelah hampir empat tahun, ternyata perubahan itu hanya setali tiga uang. Yang jelas hanya berubah nama saja, belum ada perubahan sistem pendidikan ke arah yang humanis. Budaya kekerasan masih kental dan terawat di sekolah yang terletak di Jatinangor, Jawa Barat.

Kasus tewasnya Cliff Muntu pada April lalu, membuka kembali ingatan kita pada kekerasan yang terjadi di kampus IPDN di tahun 2003. Wahyu Hidayat tewas akibat aksi kekerasan dari para seniornya. Namun, untuk mengusut dan membawa di wilayah hukum bukanlah hal yang mudah. Tengoklah sembilan siswa senior yang divonis penjara, mereka bisa dengan leluasa menjadi pegawai negeri sipil di kantor pemerintahan dan menjadi ajudan gubernur. Dari pengakuan Inu Kencana Syafi’i, “Para pembunuh Hidayat, yang jelas-jelas ditahan oleh polisi dan lalu diputuskan masuk penjara, tetap dinyatakan lulus dan di wisuda.” Inu lalu menulisnya di koran dengan judul Presiden melantik narapidana.

Terungkapnya fakta ini memaksa Kejaksanaan Negeri Sumedang bergerak. Kejaksaan memberi batas waktu paling lambat besok pada mereka, untuk menjalani sisa tahanan, kurang lebih setahun di dalam penjara. Jejak kekerasan kian kentara, namun hukum tetap kesulitan menjangkau pelaku kekerasan di IPDN.

Ryaas Rasyid, mantan Rektor Institut Ilmu Pemerintahan, menilai kekerasan di IPDN telah terlembagakan dan membudaya memang ada di balik tembok IPDN. Rasyid menambahkan bahwa kesalahan ada pada sumber sistem pengasuhan. Wahyu Hidayat dan Cliff Muntu hanyalah korban dari sistem kekerasan yang terlembagakan di IPDN.

Demikian beberapa data kumpulan file dari Topik Minggu Ini dari SCTV yang dibukukan mediakita dalam Tragedi IPDN. Buku ini berisi riwayat kekerasan di IPDN, gerakan tutup mulut yang dilakukan serentak, dilengkapi kesaksian para korban dan komentar pakar. Selengkapnya dokumentasi video praktek kekerasan dan dialog dengan Ryaas Rasyid terdapat dalam VCD (STPDN=IPDN Mendidik atau Menyiksa).











Toko Buku 171

article thumbnail SANTA ROSA
Rp35 000.00

Penulis: Dorothea Rosa Herliany Ukuran: 13,5 x 20 cm Tebal: 125 hlm ISBN: 979-775-001-X

Keranjang Belanja

toko buku 171
Keranjang Belanja Kosong .

Shop Login






dummy card

Buku 171

Menghadirkan Pesona Air di Taman
Menghadirkan Pesona Air di Taman
Rp19 500.00

Kultur Jaringan Anggrek Skala Rumah Tangga
Kultur Jaringan Anggrek Skala Rumah Tangga
Rp19 500.00

Membuat Terarium; dari Hobi Menjadi Bisnis
Membuat Terarium; dari Hobi Menjadi Bisnis
Rp34 000.00

dummy card

banner

banner

 Workshop RT RW NET